liputan-dongeng-museum

Pekan lalu (2/11), telah digelar Festival Dongeng Indonesia (FDI) 2014 di Museum Nasional dari pagi hingga sore. Festival ini menampilkan serangkaian kegiatan membaca buku dan mendongeng bersama, workshop, yoga bercerita, bazaar dan pengumpulan donasi buku cerita untuk anak-anak di Indonesia Timur.

Membaca buku dan mendongeng merupakan dua hal penting dan saling terkait dalam mengembangkan kecerdasan Superkids sejak usia dini. Bila Superkids diajak untuk gemar membaca buku sejak kecil dan terbiasa didongengkan mengenai berbagai hal di dunia sekitarnya, tentu akan memiliki wawasan yang lebih luas, kepercayan diri yang tinggi, dan kreativitas yang positif. Sayangnya, hingga kini membaca buku dan dongeng belum secara masif menjadi bagian dari keseharian kebanyakan Superkids di Indonesia.

Oleh karena itu Ayo Dongeng Indonesia!, Taman Baca Anak Lebah (TBAL), Interface Brand Communication, Idee Design dan Digital Mommie berkolaborasi menyelenggarakan Festival Dongeng Indonesia, dengan tujuan untuk menghidupkan kegemaran membaca buku dan menggaungkan pentingnya dongeng sebagai bagian dari tumbuh kembang anak-anak Indonesia.

Saat itu TBAL juga meluncurkan program “Semangati Guru”, yaitu kampanye  berbasis crowdfunding (pendanaan dari masyarakat). Untuk menyemangati guru di kelas agar aktivitas mengajar berjalan lebih efektif dan penuh kreativitas. Program ini berskala nasional dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut saweran.

Festival Dongeng Indonesia pertama kali diadakan tahun lalu di Universitas Indonesia, Depok dengan jumlah pengunjung lebih dari 1500 keluarga Indonesia. Pekan lalu pun terhitung sukses dengan banyaknya Superkids yang hadir turut menyemarakkan acara dengar dongeng.

Para pendongeng yang hadir di sini antara lain: Cassandra Wye (United Kingdom), Pak Raden, Kak Aio (Ariyo Zidni), Alya Rohali, Paman Gery, Rona Mentari, Kak Resha, Kak Arnel, Kak Dwi Kanfas dan Nusantara Bertutur. Ada pertunjukan Puppetaria with Winnie & Winna, penampilan musik dari tetangga Pak Gesang dan Aman Perkusi, hingga talkshow  “Ajaibnya Mendongeng dengan Buku”.  Acara yang patut diapresiasi dan sangat bagus untuk Superkids!

Comments are closed.