liputan-dongeng-pola-pikir

Apa yang dilakukan Resha Rashtrapatiji, 36 bisa menjadi teladan generasi muda. Pria itu rela menjadi pendongeng demi membantu pemerintah mengatasi kerusakan Sungai Ciliwung. Dia menyasar anak-anak yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung agar tidak membuang sampah sembarangan. TUMPAK M TAMPUBOLON, Depok

HEMBUSAN angin sepoi-sepoi, membuat sejumlah anak-anak nyaman bermain di bantaran Sungai Ciliwung yang berlokasi di Kota Depok. Rimbunan pohon bambu menghalau teriknya sorot matahari, kemarin (24/11). Candaan dan tawa anak-anak kecil itu membuat suasana yang sepi jadi ramai. Di sebelah sisi kali terlihat perahu karet disandarkan beberapa orang. Mereka adalah anggota Komunitas Sungai Ciliwung Depok yang baru saja melakukan susur sungai.

Keberadaan mereka di sana mengusik anak-anak yang tengah bermaian di bantaran sungai terpanjang di Jabodetabek ini. Salah satu dari rombongan itu terdapat pria berambut panjang mengenakan kaos, ”Save Our Ciliwung”. Tak berapa lama, masih tetap duduk di atas perahu karet, dia mengeluarkan boneka orang hutan. Seketika, puluhan anak kecil di sana berkumpul. Tanpa komando mereka duduk di bantaran sungai yang berbatu itu. Dengan seksama mereka mulai memperhatikan gerak-gerik pria beramput panjang yang dikuncir tersebut. Belasan bocah itu menyapa pria tadi dengan sebutan Kak Resha.

Tak menunggu lama, Reshapanggilan akrab Resha Rashtrapatiji, mulai mendongeng. Cukup lama, satu setengah jam pria ini bercerita kepada anak-anak itu. Ceritanya membuat puluhan anakanak terdiam dan tidak beranjak dari duduknya. Keseriusan mendengarkan terlihat dari cara Resha membawakan cerita. Bahkan, para anggota Komunitas Ciliwung pun ikut nimbrung mendengarkan dongeng bersama anak-anak tersebut. Usai menyelesaikan dongeng tentang lingkungan, pria ini pun bersiap menyantap makan siang sebelum melanjutkan kegiatannya kembali mengarungi Sungai Ciliwung bersama komunitasnya.

Di sela santap siangnya itu, INDOPOS berkesempatan berbincang dengan Resha. Pria yang mengaku memiliki dua anak itu menceritakan pekerjaan yang sedang digelutinya saat ini. Kata dia, sudah lima tahun dirinya menjadi pendongeng bagi anak-anak yang tinggal di pinggiran Sungai Ciliwung. Awalnya pada tahun 2009, dia bergabung dengan Komunitas Ciliwung Bogor. Bergabungnya Resha di komunitas itu karena ingin mengikuti kegiatan alam.

Di samping itu komunitas tersebut lebih konsen menjaga dan memperbaiki ekosistem sungai yang tercemar. ”Karena saya suka dengan kegiatan out door makanya saya coba bergabung. Eh..keterusan sampai sekarang,” ujarnya. Dia mengaku mendongeng hanya ingin mengubah pola pikir generasi muda yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung untuk menjaga lingkungannya terutama Sungai Ciliwung.

-http://www.indopos.co.id/2013/11/ingin-ubah-pola-pikir-warga-mendongeng-sejak-2009.html

Comments are closed.