liputan-dongeng-ingat-nasihat

Salah satu media paling efektif untuk membentuk kebiasaan dan karakter anak sejak usia dini adalah mendongeng. Media ini, sudah sejak dulu menjadi satu alat komunikasi pada awal manusia sebelum ada tulisan. Dari dongeng, kita dapat meneruskan informasi dan nasihat secara terus menerus bahkan lintas generasi.

Demikian disampaikan oleh pendongeng anak Resha Rashtrapatiji di sela kegiatan Tur Edukasi Bumiku Lestari di SD Lazuardi Cinere, Depok. Resha mengatakan, sudah saatnya orangtua dan guru kembali menggunakan dongeng sebagai umpan dalam mendidik anak menjadi ramah lingkungan.

“Apa yang masih mereka senangi, maka bagian itu kita maksimalkan. Dengan mengemas dongeng menjadi lebih menarik, satu dua pesan mereka akan mengingatnya,” kata Resha

Usai mendongengkan kisah Si Badu di hadapan para siswa, Resha meyakini anak-anak mampu merekam pesan-pesan yang disampaikannya dalam tokoh kreatif rekaannya.

“Mungkin tidak secara langsung, mereka akan mengubah gaya hidup atau bersikap terbaik dalam seketika, tetapi dengan mendongeng, memorinya dapat me-recall pesan-pesan tersebut di kemudian hari, saat anak di usia dewasa,” katanya.

Dalam tur edukasi yang digelarnya bersama dengan penyanyi Oppie Andaresta, Resha bertugas mendongengkan kisah Badu dan Bejo. Dalam cerita tersebut terkandung pesan untuk menjaga keberlangsungan hidup hewan langka dan pohon serta menjaga lingkungan dan sungai dari sampah.

Dalam mendongeng, lelaki yang juga bergabung di komunitas pendongeng cinta lingkungan ini akan lebih banyak menggunakan berbagai alat peraga sebagai pendukung kesuksesan dongeng yang dibawakannya.

“Alat peraga itu penting, secara visual, ia akan membantu imajinasi anak, dan memberi logika yang jelas, apalagi jika dibawakan dengan all out,” ucapnya.

Dalam kampanye pelestarian hewan langka lewat dongeng misalnya, Resha menggunakan boneka orangutan berukuran besar. Anak-anak akhirnya tahu bahwa orangutan ini hidup dan memiliki rumah di hutan.

“Dari sana kita memberikan satu logika ke anak-anak, tentang permisalan suka atau tidak kalau rumah tempat tinggal kita dihancurkan,” katanya.

Dalam dongeng yang disampaikan pria yang akrab dipanggil Kak Resha ini pula, tema kebersihan, hemat energi, air, suka menabung disisipkan. Melalui kisah para tokoh yang menari, anak lebih mudah melakukan penilaian dan menyerap pesan-pesan yang ingin disampaikan.

http://radio.ptik.unnes.ac.id/2013/01/31/lewat-dongeng-anak-lebih-mudah-ingat-nasihat/

Comments are closed.